Alasan Bu RT Cabuli ABG

Admin
Minggu, 21 April 2013
22.47
Kasus pencabulan yang dilakukan Em tidak henti-hentinya menjadi sorotan. Pasalnya kasus ini tergolong langka, karena pelaku pencabulan adalah seorang perempuan yang selama ini biasanya menjadi korban pencabulan.

Em tak lain adalah istri dari Mis, Ketua Rukun Tetangga (RT) RT 16 Kelurahan Bentiring Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Mis sendiri sudah enam tahun sakit gula sehingga tidak bisa memberikan nafkah batin kepada istrinya.

Atas hal inilah kemudian Em melampiaskan kebutuhannya kepada para anak baru gede (ABG) di lingkungan tempat tinggalnya. Em lebih suka melampiaskan nafsunya kepada para ABG karena menurutnya kecil risikonya dibanding jika dengan pria yang lebih tua karena biasanya telah memiliki istri.

"Saya tidak ingin ada masalah dengan istrinya," ungkap Em kepada merdeka.com, Kamis (18/4).

Namun sesal datang selalu di akhir, wanita yang telah memiliki 4 orang anak itu kini harus menanggung malu karena kasus persetubuhannya dengan belasan ABG terbongkar. Em pun tinggal meratapi nasib bahwa semua yang dimilikinya termasuk kedudukan dan kehormatannya telah hilang.

EM belum memastikan apakah akan pindah dari lingkungan tempat tinggalnya atau tidak, karena hingga saat ini masih menjalani proses hukum. Em saat ini ditahan di Polres Bengkulu. Namun bila melihat reaksi masyarakat sekitar, rasanya hampir tidak ada tempat lagi bagi dirinya di kampungnya.

Sang suami sendiri sebenarnya sempat beberapa kali memergoki perbuatan Em, tapi tidak pernah marah dan tak bisa berbuat apa-apa. Mis sadar dengan kondisinya yang tidak berdaya.

Tak hanya itu, Mis juga sempat mengizinkan Em untuk menikah lagi, asalkan tetap merawat dirinya. Em pun pernah berhubungan serius dengan seorang pria dan akan segera menikah, namun hal itu urung terjadi.

"Karena saya sudah janji dan sayang dengan suami, maka saya batal menikah," ungkap Em.

sumber:www.merdeka.com/peristiwa/ini-alasan-ibu-rt-lebih-suka-cabuli-abg-ketimbang-pria-dewasa.html
shared via: unikspots.blogspot.com

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar